Cetak | Download PDF

LINTAS GENERASI BABY BOOMBERS HINGGA ALPHA

Jajang Juandi | Selasa, 19 Juli 2022 | 00:00 WIB

foto

            Seluruh kehidupan manusia pada hakikatnya bergelut dalam dimensi waktu, manusia tidak hanya bergerak dalam lingkungan tetapi juga saling berinteraksi dalam kehidupan sosial yang melibatkan emosi, etika, pendidikan, dan sebagainya. Oleh karena itu setiap manusia berada dalam siklus waktu yang berbeda. Untuk sobat people agar dapat mengenal setiap generasi kehidupan manusia tidak ada salahnya untuk membaca awal kemunculan tiap generasi.

            Dari hari ke hari perkembangan zaman terus menunjukan perubahan, termasuk setiap generasi yang menunjukan ciri khas atau karakteristik yang berbeda di setiap generasinya dengan mengikuti pada perkembangan zaman yang sedang terjadi, sebagai berikut : Baby Boomers yaitu kelahiran 1946-1964 dan berusia antara 57-75 tahun, Gen Z yaitu kelahiran 1997-2012 dan berusia antara 9-24 tahun, Gen Y atau Millennials yaitu kelahiran 1981-1996 dan berusia antara 25-40 tahun, Gen X yaitu kelahiran 1965-1980 dan berusia antara 41-56 tahun. Sementara yang terbaru adalah generasi Alpha yaitu mereka yang lahir antara tahun 2010-2011 hingga sekarang. Generasi ini memiliki kecerdasan secara digital dari generasi sebelumnya dan orangnya kreatif. Pemikiran yang lahir dari ide kreatifnya tampak berkembang secara natural, yang dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut :

https://drive.google.com/file/d/1EC-AgXnjSy1EkLPKs5jQxEnvADopLGUy/view?usp=sharing

Remaja Kreatif  Dago Pojok

Sumber : https://www.bandungnewsphoto.com/seni-budaya/pr-1961467798/kampung-wisata-kreatif-dago-pojok-kembali-gelar-festival-seni-rupa-gang

            Setelah mengetahui kemunculan generasi tersebut, sobat people harus memahami juga karakteristik setiap generasi. Alexis Abramson (2022) seorang ahli dalam pengelompokan generasi, yang mengatakan perbedaan waktu kelahiran menghasilkan karakteristik generasi yang berbeda. “Kapan Anda lahir mempengaruhi sikap Anda, persepsi Anda, nilai-nilai yang Anda yakini, dan perilaku Anda.” [1] Lebih lanjutnya Abramson menjelaskan mengenai perkembangan zaman yang dialami generasi Boomers hingga Alpha dan karakteristik generasinya dapat disimak berikut ini.  

            Baby Boomer memiliki karakteristik yaitu komitmen tinggi, mandiri, kompetitif, kecenderungan kompetitif ada kemungkinan disebabkan banyaknya individu yang lahir pada generasi ini, sehingga mereka harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di masyarakat. Sedangkan Generasi X yaitu mereka yang tumbuh dimasa ketika teknologi berkembang pesat, tetapi belum secanggih seperti sekarang ini. Oleh karena itu, generasinya merasakan pertumbuhan dunia digital dan masih mengalami era kehidupan non-digital, dan memahami penting keduanya.  Gen X memiliki karakteristik yaitu  banyak akal, logis, pemecah masalah yang baik.

            Generasi Y yaitu generasi yang sering digambarkan sebagai “pemalas” dan dinilai lebih suka menghabiskan uang demi membeli jajanan padahal yang seharusnya mereka tabung. Akan tetapi merupakan generasi pertama yang dapat disebut sebagai digital native. Menurut dia, hal ini membuat Millennials sangat mandiri, karena mereka tidak lagi harus bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah mereka atau mengajari mereka banyak hal, karena mereka memiliki internet untuk itu. Selain mahir dengan dunia digital, karakteristik lainnya meliputi percaya diri, rasa ingin tahu, mempertanyakan otoritas. Sedangkan Generasi Z yaitu kapan pun itu benar-benar dimulai, kita dapat dengan aman mengatakan kelompok ini masih muda, dan tidak pernah mengenal kehidupan tanpa teknologi. Hal itu juga membuat Gen Z disebut sebagai iGen oleh psikolog Amerika, Jean Twenge. Beberapa karakteristik Gen Z, antara lain : ambisius, digital-native, percaya diri, dan generasi alpha.

            Generasi Alpha yang diperkirakan mereka akan berorientasi pada keluarga, karena orang tua mereka adalah Gen X dan milenium. Selain juga lebih cerdas secara digital daripada generasi manapun yang datang sebelum mereka. “Mereka pergi ke dunia baru dimana kita tidak terlalu banyak memberi label, kita tidak mengatakan ‘mereka perempuan dan mereka laki-laki’, ‘mereka hitam dan mereka putih’, dan masyarakat menjadi lebih terbuka.” Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang mereka sekarang, tetapi mungkin tidak akan lama sebelum Gen Alpha menjadi berita utama seperti halnya millenials saat ini. [1]

            Anak remaja, Generasi Alpha merupakan generasi pertama yang benar-benar telah hidup berdampingan dengan teknologi canggih sejak mereka dilahirkan. Dari alasan inilah mereka juga sering disebut sebagai generasi digital. Dibesarkan pada era dimana teknologi selalu berkembang secara konstan, Generasi Alpha dapat menjadi peran penting yang sangat berpengaruh terhadap berbagai industri teknologi untuk terus berevolusi dan menciptakan inovasi terbaru. Perubahan generasi Boomers hingga Alpha yang ditampilkan dalam gambar berikut ini.

https://drive.google.com/file/d/1EDptJMFa463MkiXp0HcZ8JMRT8nEOLAR/view?usp=sharing

Gen Boomers hingga Gen Alpha

 

            Disisi lain generasi alpha juga dinilai cenderung lebih asik dengan gadgetnya. Maka dari itu penting bagi sobat people untuk membatasi juga waktu di depan televisi atau gadget. Jangan terlalu lama dalam penggunaan gadget, nantinya menjadi kebiasaan bahkan membuat seseorang kecanduan gadget. Seseorang yang terlalu lama kecanduan gadget juga memiliki bahaya untuk kesehatan dirinya.

            Tumbuh kembang generasi alpha pada kehidupannya tergantung dari pembekalan kecakapan hidup yang diberikan. Winano Katyusha (2021), untuk mewujudkan generasi penerus anak bangsa yang unggul pada generasi alpha, diperlukan pembekalan diantaranya :

- Batasi durasi penggunaan gadget.

- Perhatikan konten yang anak akses dan usahakan memuat konten edukatif.

- Imbangi dengan aktivitas fisik agar anak terhindar dari risiko seperti kelebihan berat badan.

- Merangsang anak berpikir kreatif. Jangan salah, membiarkan anak main gawai ternyata bisa menjadi salahsatu cara untuk merangsang kreativitas anak. Cara ini dapat membantu anak menuangkan ide dan kreativitasnya dengan cara baru yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. [2]

            Mengenal generasi kehidupan manusia Anda akan mengetahui kecakapan hidup dari setiap generasi. Perlunya mengedukasi mengenai perkembangan generasi alpha, maka generasi X dan Millennials sebagai orang tuanya dapat mengarahkan generasi tersebut sesuai dengan karakteristik yang dimiliki generasinya, seperti untuk generasi alpha yang perlu diperhatikan dalam membatasi waktu penggunaan gadget, perhatikan konten yang diakses, mengimbangi dengan aktivitas fisik, dan merangsang berpikiran kreatif sehingga generasi alpha akan mampu menunjukan bahwa generasi mereka adalah generasi yang lebih unggul.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Alexis Abramson. “Millennials, baby boomers or Gen Z: Which one are you and what does it mean ?”  https://www.bbc.co.uk/bitesize/ articles/zf8j92p [2022]

[2] Winano Katyusha. “Siapa itu Generasi Alfa (alpha) dan Bagaimana Cara Mendidiknya?” https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai -9-tahun/perkembangan-anak/mengenal-anak-generasi-alfa/ [08 Juni 2021]