Cetak | Download PDF

PAGELARAN SENI PERTUNJUKAN DENGAN INSTRUMEN ANGKLUNG

JamesFEXHA | Selasa, 29 Agustus 2023 | 16:53 WIB

foto

Angklung Go International

           Seiring perkembangan jaman, instrumen angklung sebagai warisan budaya masyarakat Sunda mampu bertahan dan tetap eksis. Budaya populer yang menggerus masyarakat Indonesia lewat teknologi media massa, seolah tidak mampu mengkerdilkan eksistensi musik angklung. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran pemerintah dan pelaku kesenian musik angklung. Seperti yang dilakukan oleh padepokan seni Saung Angklung Udjo: Sundanese Art & Bambo Craft Center yang mengemas pertunjukan musik angklung sebagai komoditas wisata.

           Angklung jaman dulu dimainkan sebagai salah satu media berdo’a atau syukuran atas keseimbangan alam hingga melimpahnya hasil bumi. Tidak hanya itu angklung yang digunakan juga masih berbentuk angklung yang sangat besar dan tingginya sekitar 1 meter, serta belum memakai nada pentatonis atau diatonis. Selanjutnya angklung mengalami penyesuaian ukuran menjadi ukuran kecil, ringan, dan mudah dimainkan bahkan oleh anak-anak sekalipun. Selain itu ada perubahan yang sebelumnya menggunakan nada slendro dan pelog, kini angklung memiliki  nada pentatonis dan diatonis.

           Daeng Seotigna adalah orang pertama yang mengadopsi ilmu musik Barat untuk mengkreasi perubahan tangga nada tersebut. Berawal dari situlah kemudian angklung bisa memainkan lagu-lagu yang bertangga nada diatonis, lalu pada masa-masa berikutnya angklung mulai berkembang dan banyak seniman  membuat inovasi angklung,  mulai dari angklung toel inovasi dari kang yayan, lalu ada grand angklung dan baby grand angklung yang terinspirasi dari piano dari kang Taufik, lalu ada angklung robotic yang mulai menggunakan bantuan dari teknologi, dan masih banyak inovasi-inovasi angklung lainnya lagi.

           So dengan keterbukaan akan jaman sehingga kesenian angklung dapat merangsak dan berkembang pesat sehingga dikenal oleh dunia. Dilihat dari bahan dasarnya, angklung terbuat dari batang bambu yang dipotong sedemikian rupa dan diwujudkan se-ciamik mungkin sehingga membentuk wujud angklung seperti yang dikenal pada saat  ini. Dengan teknik memainkannyapun dilakukan dengan cara digetarkan hingga dipukul menggunakan stik khusus, oleh karena itu angklung bisa dikolaborasikan dengan jenis kesenian atau musik apapun dan dapat dilakukan inovasi dalam penyajiannya, sehingga angklung cocok dimainkan oleh kaula muda.

           Kehadiran angklung ditengah-tengah masyarakat sunda tidak terlepas dari peranan yang cukup besar dari para seniman dalam menyampaikan berbagai ekspresi melalui instrumen. Dalam proses penyampaian ide musikal sobat people dapat melakukan banyak hal, selain menyusun ide tersebut ke dalam sebuah komposisi musik, dapat menuangkan idenya dalam bentuk aransemen. Aransemen yaitu melakukan pengerjaan ulang suatu karya musik sehingga dapat dimainkan dengan instrumen yang berbeda dari aslinya, namun tanpa mengubah karakteristik karya musik aslinya. Pada dasarnya menjadikan sebuah karya musik menjadi lebih indah dan baik untuk didengar. [1]

           Aransemen sangat erat hubunganya dengan sebuah kreatifitas. Sobat people dapat mengolah sebuah karya musik yang akan di aransemen, agar karya musik tersebut menjadi lebih artistik dengan nuansa dan suasana baru. Salah satunya yaitu mengembangkan ide atau membuat variasi. Variasi merupakan ide tematis yang dapat dihasilkan dengan mengolah elemen musikal, yaitu melodi, ritme, harmoni, dinamika, timbre dan ekspresi. Para kaula muda dapat membuat vareasi pertunjukan angklung dengan orchestra agar dapat dimainkan bersama teman-teman sehingga memiliki suasana yang asik dan bersemangat.

           Angklung orchestra dimainkan biasanya dari 30 orang hingga 50 orang dan masih bisa lebih banyak, dibawah 30 orang pun sebenarnya masih bisa berjalan namun hasil suara angklung akan lebih menghasilkan sedikit volume suaranya,  angklung orchestra merupakan 2 bagian grup atau ensemble dijadikan 1 ensemble. Angklung dana rumba yaitu arumba disingkat menjadi (Alunan rumpun bamboo) arumba dimainkan oleh 7 hingga 10 orang, fungsi arumba dalam angklung orchestra adalah sebagai bagian iringan, karena arumba lebih banyak alat musik bambu, oleh karena itu angklung orchestra menggunakan arumba dalam pertunjukan untuk menyamakan musik dari ensemble angklung. Terlihat seperti pertunjukan angklung diSaung Udjo.

https://drive.google.com/file/d/1-Dya5yoyoieHCH29oeB5QcbzlKDkEzeH/view?usp=sharing

Saung Angklung Udjo

Sumber : Mangobay.co.id

           Melihat angklung dapat dipertunjukan dengan vareatif dan dapat dimainkan oleh banyak orang, serta adanya peran dari kaula muda yang berkecimpung pada bidang seni angklung, pasti kesenian angklung ini akan menjadi spektakuler pada saat pertunjukannya dan tidak akan luput termakan oleh jaman. Dengan melihat tingkat potensi kreativitas kaula muda di Bandung yang cukup tinggi. So tidak ada salahnya jikalau kawan-kawan melestarikan angklung dan mengembangkannya, adapun beberapa pertunjukan yang dapat dikolaborasikan dengan angklung :

- Drama musikal

- Drama Teater

- Film

- Musikalisasi Puisi

- Berbagai Kesenian Sunda.  

- Musik pengiring program tv: talk show, variety show, game show, dan animasi

Program music : Konser, event, dan gigs

Content Creator : Youtube, Instagram, Tiktok, Facebook, dan Twitter.

           Ternyata tidak sedikit loh jika angklung dikolaborasikan dengan pertunjukan seni lainnya karena angklung mudah dimainkannya, selain itu angklung juga bisa dipertunjukan pada digitalisasi juga. Sangat menarik memainkan angklung pada era digital saat ini, tidak hanya aspek perkembangan angklung saja guys tetapi kawan-kawan sebagai generasi orang sunda dapat mempertahankan eskistensi angklung. Dengan perolehan angklung memecahkan Guinness World Records, sehingga mendorong kesenian ditatar sunda untuk menunjukan eksistensi pada kancah internasional.

https://drive.google.com/file/d/1CAvKBzV9diY6p4C_bTZpW6_Hs1Q9ztwv/view?usp=sharing

Angklung Go International 

Sumber : Kaskus 

           Apalagi jika banyak para kaula muda mahir memainkan angklung, membuat eksistensi kebudayaan sunda semakin menonjol. Dengan adanya fenomena pesatnya perkembangan digital membuat generasi orang sunda lupa akan kesenian dan budaya orang sunda. Tanpa disadari oleh kaula muda kesenian angklung yang asli dari tatar sunda ini sedang trend dimainkan oleh berbagai orang dibelahan dunia. So mulailah untuk melestarikan kesenian angklung dan berbagi kesenian sunda lainnya, dengan cara tersendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

[1] Alfi Yuda, 2022. “Pengertian Aransemen, Fungsi, Tujuan, Struktur, Jenis, dan Langkah Membuatnya” https://www.bola.com/ragam/read/4943664/pengertian-aransemen-fungsi-tujuan-struktur-jenis-dan-langkah-membuatnya [ 21 April 2022]