Administrator | Senin, 17 Januari 2022 | 00:00 WIB
Oleh : Muhamad Basuki
Seni pertunjukan merupakan salah satu bentuk seni yang kompleks, karena pada seni pertunjukan tidak hanya melibatkan satu jenis namun komponennya melibatkan berbagai jenis karya seni. Seperti pada pertunjukan teater, seni yang ditampilkan bukan hanya seni peran, melainkan gabungan antara seni peran, musik dan seni rias untuk kostum dan make up yang dikenakan para pemain. Seni pertunjukan tidak dapat berdiri sendiri maka dari itu seni ini disebut sebagai bentuk seni yang kompleks. (Rulita, 2017) [1]
Seni pertunjukan merupakan sebuah tontonan yang memiliki nilai seni, dimana tontonan tersebut disajikan sebagai pertunjukan di depan penonton. Kajian pertunjukan adalah sebuah disiplin baru yang mempertemukan ilmu-ilmu seni (musikologi, kajian tari, kajian teater) di satu titik dan antropologi di titik lain dalam satu kajian inter-disiplin (etnomusikologi, etnologi tari dan performance studies). (Murgiyanto, 1995; Rulita, 2017) [1]
Disaat kondisi Pandemi Virus Covid-19 sedang melanda di Indonesia akan tetapi tidak membuat kreativitas orang terhenti. Sebelum kondisi Pandemi Virus Covid-19 melanda di Indonesia banyak orang menggelar pertunjukan seni secara langsung, tetapi saat pandemi berubah menjadi pertunjukan virtual atau daring. Pandemi Covid-19 beserta pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) membuat banyak pertunjukan seni ditunda bahkan dibatalkan. Keadaan yang berlangsung relatif cukup lama ini mengakibatkan hilangnya panggung ruang kreasi bagi para pekerja seni.
Industri seni pertunjukan Indonesia mengalami guncangan hebat akibat dampak global pandemi corona. Tercatat sekitar 40081 seniman tergerus Covid-19 akibat pembatalan pertunjukan dan festival seni. Daerah episentrum pekerja seni mayoritas didominasi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Koalisi Seni pada 25 Maret 2020 menyebutkan jumlah acara seni yang dibatalkan atau ditunda akibat efek Corona di Indonesia cukup signifikan. Tidak hanya berbicara Jakarta, juga seluruh daerah di Tanah Air. Disebutkan sepuluh proses produksi dan rilis film tertunda, begitu pula 40 konser, tur, dan festival musik. (Luki Safriana, 2020) [2]
Dimasa Pandemi Covid-19 seniman tradisional tidak lagi bisa melakukan penampilan, yang disebabkan adanya pelarangan pengumpulan massa yang menimbulkan kerumunan. Namun, tidak mau terbatasi akan situasi tersebut seniman tradisional di kota Bandung berkreasi untuk terus dapat berproses dan berkarya. Didalam kondisi pandemi yang sedang melanda Indonesia saat ini membuat para pekerja seniman untuk bekerja lebih keras dan memutar otak untuk menampilkan karya seninya agar dapat bisa berlangsung dan dapat ditonton oleh banyak orang, salah satunya inovasi pertunjukan virtual dalam seni tradisional yang diselenggarakan oleh Disbudpar Kota Bandung.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Minggu,17/04/2021) bersama Komunitas Celah-Celah Langit (CCL) mengadakan Pertunjukan Lintas Seni dimasa Pandemi secara virtual. Hal ini dilakukan untuk mendorong aktivitas kebudayaan Kota Bandung melalui penyajian kesenian tradisional dan komunitas binaan Disbudpar Kota Bandung dalam ruang lingkup virtual. Pertunjukan Lintas Seni Dimasa Pandemi memadukan tiga jenis kesenian dalam satu hari, yaitu kesenian Bringbrung sebagai bagian dari seni pertunjukan, musik tradisional, kesusastraan lisan, dan kesenian Calung.
Tujuan diadakannya Pertunjukan Lintas Seni ini adalah untuk mengedukasi masyarakat maupun penonton, melakukan pemberdayaan seniman melalui tata cara atau media yang berbeda, dan memperkuat eksistensi dari masing-masing kelompok kesenian tradisional. Dengan tampil daring secara live, seniman tradisi tetap dapat berproses di tengah pandemi bahkan dapat menjangkau penonton yang lebih luas. Sama halnya dengan aspek lainnya seniman tradisional juga tidak luput dari dampak Pandemi Covid-19.
https://drive.google.com/file/d/1TcW-2jr3o30RkF3ObttInRIINhDzfzQR/view?usp=sharing
Pertunjukan Virtual dalam Seni Tradisional
Sumber : Disbudpar Kota Bandung, 2021
Selain dari kota Bandung pertunjukan seni tradisional yang diselenggarakan Disbudpar daerah lain pun mengalami kendala seperti di kota Cimahi. Seniman yang terkendala karena kesulitan beradaptasi dengan kondisi Pandemi Covid-19, para seniman yang berasal dari kota Cimahi ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Sebanyak 75 komunitas seni di Kota Cimahi akan menggelar pertunjukan daring dimasa Pandemi Covid-19 yang berlangsung pada tanggal 3 hingga 19 Juni 2021 mendatang. Pertunjukan akan disiarkan pada channel Youtube Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi.
Ketua Dewan Kesenian Kota Cimahi, Hermana HMT mengatakan, sebanyak 750 orang pelaku seni musik modern, karawitan, tari tradisional, teater, pedalangan, pencak silat, permainan tradisional dan pegiat budaya lainnya akan terlibat dalam pertunjukan. Mereka didorong untuk menciptakan karya baru dan menampilkan karya-karya yang ada. (Fauzi Ridwan, 2021) [3]
https://drive.google.com/file/d/1fcwKAdyxBy-GbroSNKUknPGVxIq-rz4h/view?usp=sharing
Pertunjukan Seni Pencak Silat Dimasa Pademi
Sumber : https://www.inews.id/sport/all-sport/teknik-dasar-pencak-silat
Pandemi ini menjadi suatu titik tolak baru dan peluang bagi insan kreatif yang cepat dalam beradaptasi. Pandemi juga memberikan ruang dan waktu bagi seniman, pelaku budaya untuk melakukan introspeksi dan pembenahan praktik kreatif selama ini. Pertunjukan Seni secara virtual ini selain mempermudah akses kepada masyarakat sekaligus juga untuk mengedukasi masyarakat maupun penonton, melakukan pemberdayaan seniman melalui tata cara atau media yang berbeda, dan memperkuat eksistensi dari masing-masing kelompok kesenian tradisional yang disajikan dalam Pertunjukan Lintas Seni.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Rulita “Pengertian Seni Pertunjukan Menurut Para Ahli Terlengkap” https://ilmuseni.com/seni-pertunjukan/pengertian-seni-pertunjukan-menurut-para-ahli [20 Agustus 2017]
[2] Luki Safriana “Tantangan Berat Seniman Pertunjukan Dimasa Pandemi Corona” https://katadata.co.id/muchamadnafi/indepth/5e9a41c87f85e/tantangan-berat-seniman-pertunjukan-di-masa-pandemi-corona [18 April 2020]
[3] Fauzi Ridwan “75 Komunitas Seni di Cimahi Gelar Pertunjukan Daring” https://www.republika.co.id/berita/qty3y7380/75-komunitas-seni-di-cimahi-gelar-pertunjukan-daring [31 Mei 2021]
Bagikan melalui