Cetak | Download PDF

RESES BELAJAR

RICKY WIRASASMITA | Selasa, 19 Juli 2022 | 00:00 WIB

foto

         

            Istilah Reses berasal dari bahasa Latin yang berarti mundur. Reses adalah waktu istirahat melakukan sesuatu, salah satunya di sekolah yang sering ditemui dalam kegiatan belajar. (Kamus, 2022) [1] Reses belajar mengacu pada waktu istirahat berbagai aktivitas belajar untuk menurunkan sesaat dari tekanan yang hinggap pada seseorang. Perlunya memahami kondisi kesiapan belajar seperti pengambilan waktu istirahat yang tepat akan membantu seseorang kembali normal kedalam keseimbangan tubuh dan diikuti dengan kesiapan belajar yang melebihi keadaan semula. Reses seperti halnya ketika tubuh membutuhkan regenerasi setelah beraktivitas sehari-hari agar kembali pada keadaan semula.

            Perubahan pada pendidikan tinggi dari kurikulum KKNI menjadi MB-KM, Nadiem (2020) menjelaskan konsep Merdeka Belajar sebagai program Kemendikbud yang digunakan sebagai filosofi perubahan metode pembelajaran yang terjadi selama ini. Didalamnya terdapat kemandirian dan kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan, menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran. Sebagaimana filsafat Ki Hadjar Dewantara, yaitu kesatu kemerdekaan, kedua kemandirian. Kedua konsep tidak bisa dipisahkan, dan itu esensi Ki Hadjar Dewantara terhadap perubahan yang dibutuhkan. [2] Selanjutnya kemerdekaan belajar, terbitlah kebijakan bertajuk “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan.

            Dalam proses belajar terkadang berlangsung dengan baik, namun terkadang seseorang terhambat atau merasa sulit. Walaupun waktu belajar tersedia cukup lama, apabila kondisi belajarnya mengalami kejenuhan maka hasilnya pun tidak akan optimal. Kejenuhan yang ditandai kehilangan minat dan ketidakpuasan karena sistem pembelajaran yang kurang efektif. Selain itu terdapat faktor eksternal seperti terdapatnya persaingan menuntut capaian prestasi yang tinggi, dan durasi waktu belajar yang cukup panjang dengan materi cukup banyak.

            Sindrom psikologis tersebut terjadi disebabkan kondisi fisik sudah mengalami kelelahan begitu berat dan kondisi emosional sudah tidak terkendali. Karakteristik peserta didik yang usianya beranjak sebagai orang dewasa, maka pendekatan pembelajaran menggunakan andragogik. Pendekatan dengan gaya belajar yang menuntut mereka harus lebih aktif belajar secara mandiri.

            Kemandirian

            Kemandirian belajar akan menumbuhkan “critical reflection”. Dalam keberhasilan belajar orang dewasa opini critical reflection memegang peranan penting, dimana keharusan seseorang untuk berpikir dan bertindak menuju perubahan kedewasaan. Belajar  dapat memberikan suatu perubahan dalam diri seseorang, karena belajar bersifat untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi pada seseorang yang mengikuti proses pembelajaran. Perubahan kemandirian belajar sebagai pendekatan andragogik yang ditampilkan dalam gambar berikut  ini.

https://drive.google.com/file/d/1PoAYNDgx4HvNd1TZxEOp4l-N9WhIzHwp/view?usp=sharing

Perubahan Kemandirian Belajar

            Konsepsi belajar secara mandiri yang memiliki sifat melakukan sesuatu atas dorongan diri sendiri, mengejar prestasi, penuh keyakinan, memiliki keinginan mengerjakan sesuatu tanpa  bantuan  orang  lain,  mampu  mengatasi  persoalan  yang dihadapi, mampu mengendalikan tindakan, mampu mempengaruhi  lingkungan,  mempunyai  rasa  percaya  diri  terhadap  kemampuan  yang  dimiliki,  menghargai  keadaan  diri, dan memperoleh kepuasan atas usaha sendiri.

            Kemandirian belajar diperlukan dalam sistem pendidikan dan harus diperhatikan oleh Pendidik, agar tercapai tujuan yang menekankan mahasiswa aktif dalam mengembangkan potensinya. Seseorang yang memiliki kemandirian akan memunculkan kemampuan mengatur pola belajar, kecakapan mandiri berbekal kemampuan dasar yang dimiliki individu, dan memiliki kemampuan mengarahkan tujuan belajar. Kemandirian yang tinggi akan memberikan motivasi diri, tumbuh kesadaran permasalahan kejenuhan belajar sehingga mampu berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, dan  cenderung berusaha seoptimal mungkin untuk mendapatkan hasil capaian belajar yang baik.

            Kemandirian dalam reses belajar diantaranya dapat menurunkan waktu, mengurangi kegiatan, menghindari sementara waktu pembelajaran yang sulit, mengurangi jumlah mata kuliah, dan jika dihinggapi kondisi bosan cukup berat dapat mengambil langkah cuti semester sehingga mahasiswa dapat banyak waktu untuk beristirahat dan diharapkan kembali belajar dengan optimal. Selain itu dapat menggunakan metode psikologi seperti metode relaksasi, senam otak, dan coping.

            Jika reses belajar belum dapat dilakukan secara mandiri, maka bisa konsultasi pada layanan bimbingan dan konseling. Layanan tersebut menyediakan pendekatan kognitif yang berfokus pada pendekatan pikiran, asumsi, dan kepercayaan peserta didik, serta pendekatan perilaku dimana Pendidik membantu membukakan kesadaran peserta didik untuk menghadapi situasi permasalahan belajar dengan kebiasaan mereaksi permasalahan belajar.

            Dengan demikian, seorang Pendidik dalam memberikan proses belajar mengajar perlu menumbuhkan daya kreasi, daya nalar, rasa keingintahuan, memberikan apresiasi, memberikan contoh baik, membuka wawasan seluas-luasnya, memberi kesempatan untuk memantau kemajuan belajar dan mengevaluasi hasil belajar secara mandiri. Cara yang dapat dilakukan Pendidik dalam penerapan reses belajar yaitu  menurunkan bobot pembelajaran, menurunkan jumlah tugas, mengurangi waktu pembelajaran, diselingi dengan waktu permainan kuis pengetahuan, variasi media dan sebagainya.

            Reses belajar harus diperhatikan oleh Pendidik, hal tersebut merupakan tindakan priventif untuk menghindari melemahnya motivasi belajar pada peserta didik seperti timbulnya rasa malas yang berat, dan menurunnya prestasi belajar. Dengan adanya “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” dapat memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk melakukan reses belajarnya secara proporsional.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Andrea Lopez. “Dictionary” https://www.vocabulary.com/dictionary/glossary [23 Maret 2022]

[2] Irfan Kamil (2020). “Ini Penjelasan Mendikbud Nadiem soal Konsep Merdeka Belajar” https://nasional.kompas.com/read/2020/08/27/16515301/ini-penjelasan-mendikbud-nadiem-soal-konsep-merdeka-belajar [Kompas, 27/08/2020]