Cetak | Download PDF

PROFIL BULETIN REMAJA VOL. 2 NO. 1

Administrator | Selasa, 19 Juli 2022 | 00:00 WIB

foto

Editor

 

            Sosok yang dekat dengan remaja yaitu pemuda. Apapun itu yang dilakukan oleh para pemuda baik itu positif ataupun negatif akan dijadikan sebagai tolak ukur generasi selanjutnya yaitu para remaja, maka dari itu harus adanya kesadaran dari setiap individu. Dengan begitu kaula muda harus bisa mencerminkan sebagai sosok pemuda yang memiliki sikap positif, inovatif, dan kreatif. Walaupun sikap tersebut dirasakan cukup sulit untuk dilakukan dalam kehidupan, akan tetapi pemuda harus berusaha melakukan perilaku positif tersebut untuk kualitas hidupnya.

            Dengan demikian, peran pemuda dibutuhkan dalam membantu para remaja mengembangkan potensi dirinya menjadi remaja kreatif. Sebagaimana peran pemuda dalam Pembangunan Nasional yang telah dideklarasikan sejak dulu dikenal dengan Keputusan Kongres Pemuda ke II pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 yang sekarang ini diperingati setiap tahun sebagai Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober. “Sumpah pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia dan sekaligus merupakan kristalisasi semangat para pemuda untuk menegakkan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Makna Hari Sumpah Pemuda yang didalamnya terdapat nilai utama yang menjadi penekanan sesuai dengan kondisi bangsa dan Negara Indonesia dewasa ini.” (Endang Komara, 2018)

            Peran kaula muda dalam mempersiapkan remaja yang memiliki sikap kreatif tentunya tidaklah susah seperti dibayangkan, seseorang yang memiliki kreativitas tidak akan kesusahan untuk menularkan bakat kreatifnya kepada para remaja. Dengan cara menyajikan contoh dalam bentuk kreativitas dapat membantu untuk mempersiapkan remaja kreatif, seperti pagelaran hasil karya seni yang ditampilkan dalam gambar berikut ini.

https://drive.google.com/file/d/1ma8cRt9WG657_NYAaicp9JOQ8EerWc3R/view?usp=sharing

Galeri Karya Seni

 

            Dengan usia para remaja yang masih terbilang muda, tidak menjadi halangan untuk berkarya. Justru di usia yang masih dini ini memiliki kesempatan yang besar untuk banyak belajar, sehingga bisa menciptakan karya yang menarik dan mengagumkan. Biasanya ide kreatif itu muncul apabila seseorang mengamati sekelilingnya, seperti sampah daun yang biasanya dibakar oleh kebanyakan orang, kini dijadikan sebagai sebuah prakarya yang unik dan memiliki keindahan. Seseorang yang memiliki kreativitas akan dapat memanfaatkan segala sesuatu benda yang asalnya tidak berguna dan dapat diubah atau dimodifikasi menjadi karya yang spektakuler.

            Dendy Raditya (2020), ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para inovator sosial untuk melatih kreativitas, yaitu : amati sekeliling anda, berimajinasi, mengambil sudut pandang yang berbeda, melakukan sesuatu yang baru, mencatat, tambah wawasan, dan disiplin. Orang kreatif adalah yang punya kedisiplinan untuk terus menciptakan ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide mereka. Kreativitas dapat dilatih dan bukan anugerah sejak lahir. Maka latih dan tingkatkan kreativitas Anda untuk sukses.

            Para remaja yang sudah memulai kreativitasnya akan semakin kreatif, maka semakin banyak juga kamu menciptakan karya yang mampu bermanfaat bagi banyak orang. Istilah karya bukan hanya dapat diartikan sebagai karya seni saja, akan tetapi seperti prakarya, karya tulis, design digital, dan masih banyak yang lainnya. Kreatif dapat diartikan sebagai hal yang unik yang keluar langsung dari pemikiran. Adapun perkembangan kreativitas dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :

  1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari atau terdapat pada diri individu yang bersangkutan. Faktor ini meliputi keterbukaan, locus of control yang internal, kemampuan untuk bermain atau bereksplorasi dengan unsur, bentuk, konsep serta membentuk kombinasi baru berdasarkan hal yang sudah ada sebelumnya.
  2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu yang bersangkutan. Faktor ini antara lain meliputi keamanan dan kebebasan psikologis, sarana atau fasilitas terhadap pandangan dan minat yang berbeda, adanya penghargaan bagi orang yang kreatif, adanya waktu bebas yang cukup dan kesempatan untuk menyendiri, dorongan untuk melakukan berbagai eksperimen dan kegiatan, dorongan untuk mengembangkan fantasi kognisi dan inisiatif serta penerimaan dan penghargaan terhadap individual. (Psychology, 2000; Munandar, 2009)

            Dengan demikian, kreativitas dapat diekspresikan dengan berbagai cara yang salahsatunya yaitu melalui tulisan karya ilmiah semipopuler yang memiliki kecocokan untuk dikonsumsi umum. Artikel semipopuler merupakan sebuah tulisan yang isinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya atau mudah dipahami orang banyak. Istilah populer merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh pembacanya yang begitu beragam, dan tampilan karya atau layout yang disajikan semenarik mungkin agar masyarakat tertarik untuk membacanya.

            Buletin Remaja volume 2 edisi April 2022 yang memuat informasi mengenai berbagai kegiatan remaja kota Bandung dalam mengisi waktu luang pada fase transisi dimasa pandemi, dan disajikan kedalam tulisan artikel semipopuler. Adapun penerbitan Buletin Remaja edisi April 2022 yang dapat dilihat berikut ini.***

COVER DEPAN

https://drive.google.com/file/d/1gvJTJyedpjTBOgrVmlmCjryfYdudlvMU/view?usp=sharing

COVER BELAKANG

https://drive.google.com/file/d/1WSJQRp6uK1L6vvHWtlpHdhDUssg2sU0C/view?usp=sharing

DAFTAR ISI

https://drive.google.com/file/d/1BDCtHfbsOzPddbyefpsshgWXcZds1up8/view?usp=sharing