RICKY WIRASASMITA | Senin, 17 Januari 2022 | 00:00 WIB
Kegemaran Tanaman Hias dimasyarakat semakin ramai apalagi pada masa Pandemi Covid-19. Kegemaran Tanaman Hias yang dulu hanya terbatas bagi orang yang memiliki pekarangan rumah, tetapi sekarang ini yang berkembang tidak tergantung pada pekarangan rumah karena dapat digantikan dengan Aquarium. Kegemaran Tanaman Hias didalam Aquarium dikenal dengan istilah Paludarium. Paludarium merupakan salah satu jenis Vivarium yang sangat unik karena menggabungkan unsur darat dan air, lalu ditempatkan pada satu wadah atau ruangan tertutup. Istilah Paludarium sendiri berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata Palus yang artinya rawa-rawa, serta Arium yang artinya wadah, ruang atau tempat. Pada umumnya, banyak masyarakat menggemari Paludarium di rumah untuk tujuan estetika. Keberadaan Paludarium dapat memberikan nuansa natural di tengah rumah. Selain itu, banyak pula orang yang ingin merawat Paludarium untuk tujuan ilmiah atau hortikultura. (Kania Dekoruma, 2021) [1]
Tentunya menarik jika melihat tanaman hias yang bisa tumbuh didalam Aquarium dengan permukaan air, darat, dan udara. Tidak hanya tanaman hias yang bisa tumbuh dalam Paludarium, ikan hias pun dapat hidup didalamnya untuk menambah keasrian. Selain itu batang atau akar pohon juga bisa dikolaborasikan dengan tanaman hias agar dapat menyerupai dengan panorama alam. Kalau kamu pernah melihat Aquarium yang tidak penuh diisi air dan justru terdapat beberapa ornamen hiasan yang terbuat dari batu atau akar alam dan ditumbuhi tumbuhan, bisa jadi yang kamu lihat yaitu Paludarium. Saat ini karya seni Paludarium banyak disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dikarenakan para penikmat bisa melihat panorama alam asli yang dibuat didalam Aquarium.
Kegemaran baru yang datang ke Indonesia ketika Pandemi Covid-19, seperti bersepeda, bercocok tanam, memelihara ikan hias, memasak, dan yang lainnya. Baru-baru ini mulai muncul sebuah kegemaran baru yang mulai banyak peminatnya, yaitu “Paludarium”. Paludarium memungkinkan berbagai jenis fauna dapat hidup didalamnya, seperti hewan air, hewan amfibi, hewan darat, bahkan burung juga dapat hidup didalamnya. Aquarium dan Paludarium masih bagian dari Vivarium, yaitu wadah tertutup dan transparan untuk memelihara hewan. Selain itu ada jenis Insectarium dan Terrarium. Aquarium untuk habitat air saja, Terrarium untuk habitat darat saja, Insectarium untuk habitat serangga, dan Paludarium gabungan habitat darat dan air kadang juga udara. Paludarium biasanya terdiri dari wadah tertutup dimana organisme spesifik meliputi tumbuhan dan hewan yang memiliki ciri-ciri umum untuk lingkungan atau habitatnya. (Cianjurtoday.com, 2021) [2]
https://drive.google.com/file/d/1WQWUH3iVWIfQ-Ig8BLzl4dMHal3qF7Wg/view?usp=sharing
Paludarium dengan Nuansa Natural
Sumber : https://petsoid.com/how-to-create-paludarium-tank/
Isi dari Paludarium mampu menggabungkan habitat darat, air dan udara, maka jenis flora dan fauna yang dipelihara semakin banyak, mulai dari amfibi, reptil, ikan, hingga serangga dan burung. Akibatnya jenis ekosistem yang dapat dibuat pun beragam. Contoh tema ekosistem yang dibuat adalah hutan hujan tropis, pinggiran sungai, rawa, bahkan pantai. Paludarium bisa dikatakan mirip dengan biotope. Ditambahkan dari berbagai sumber, biotope merupakan konsep yang merefleksikan visual alami yang diinginkan walaupun tanaman dan organisme tidak perlu hadir didalamnya. Sedangkan paludarium, tanamannya bisa tumbuh dengan perakaran didalam air, namun juga ditambahkan konsep udara untuk mereka berkembang. Tetapi, tidak jarang komponen darat juga banyak dilibatkan untuk membentuk sebuah paludarium. Hal ini yang membedakan paludarium dengan aquascape, yakni komponen organisme didalamnya. Paludarium lebih fokus pada komponen yang terdiri dari setengah daratan dan setengah perairan, sedangkan aquascape full air, komponennya full harus yang berada di perairan. Contoh, tanaman aquascape haruslah tanaman dalam air, sedangkan paludarium lebih spesialisasi dalam variasi kedua komponen baik di darat maupun air. (Ranran R Asgar, 2017) [3]
Untuk menambah keasrian paludarium memerlukan tanaman hias yang tepat, banyak ragam tumbuhan air yang bisa dijadikan pilihan untuk memperindah paludarium. Namun sebelum anda menetapkan untuk memilihnya, perlu diketahui terlebih dahulu tipe dan sifat tanaman air tersebut. Pemilihan tumbuhan air yang besar memiliki tujuan dan cara pemeliharaan. Tentu saja, pemilihan jenis tumbuhan untuk paludarium ukuran tumbuhan air harus disesuaikan dengan ukuran paludarium. (Budidaya ikan, 2019) [4]
https://drive.google.com/file/d/1GAYv5EBZkHXT7wL8dvjN9hmmtSOy_J8Q/view?usp=sharing
Paludarium dengan Tanaman Perakaran didalam Air
Sumber : https://www.dekoruma.com/artikel/121846/serba-serbi-paludarium
Jenis tanaman hias paludarium terbagi-bagi kedalam beberapa jenis, karena tiap jenis tanaman hias mempunyai fungsinya tersendiri. Jenis tanaman untuk paludarium dari kelompok air oksigen; disebut tumbuhan air oksigen lantaran bisa membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan didalam air. Fungsi lainnya yakni sebagai daerah berlindung dan menyimpan telur ikan. Seluruh belahan tumbuhan air karam didalam air sangat dianjurkan sebagai tumbuhan penghias paludarium. Berdasarkan cara memperbanyaknya, tumbuhan ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tumbuhan berakar dan tumbuhan bercabang. Yang termasuk rooted plant antara lain sebagai berikut :
Jenis Tanaman Paludarium Air Lumpur (bog plant); sesuai dengan namanya, tumbuhan jenis ini habitat aslinya hidup di pinggir bak yang berlumpur dan sedikit digenangi air. Yang termasuk tumbuhan air lumpur diantaranya giant arum, iris, cattail, dan papyrus. Tanaman air ini tidak dianjurkan untuk ditempatkan dalam paludarium. Jenis Tanaman Paludarium Air Pinggir; tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai di alam. Tumbuhan air pinggir mempunyai akar dan batang yang direndam di dalam air. Namun, sebagian besar batangnya justru menyembul di permukaan air. Media tumbuhan yang berupa tanah yang terendam air. Karena sosoknya yang tumbuh tinggi, biasanya ditanam di belahan pinggir bak sebagai latar belakang kolam. Pemilihan tumbuhan jenis ini dapat ditempatkan dalam paludarium, yang harus diawali dengan menanamnya. Contoh tumbuhan yang bisa dipilih yakni hydrocleys nymphoides.
https://drive.google.com/file/d/1SDR6UKoqSRhp6Vz23OrgH0p2AP3d8J0i/view?usp=sharing
Paludarium merupakan salah satu jenis vivarium yang sangat unik karena menggabungkan unsur darat dan air, lalu ditempatkan di satu wadah atau ruangan tertutup. Istilah paludarium sendiri berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata Palus yang artinya rawa-rawa, serta Arium yang artinya wadah, ruang, atau tempat. [1] Paludarium mampu menggabungkan habitat darat, air dan udara, maka jenis flora dan fauna yang dipelihara semakin banyak, mulai dari amfibi, reptil, ikan, hingga serangga dan burung. Akibatnya jenis ekosistem yang dapat dibuat pun beragam. Contoh-contoh tema ekosistem yang dibuat adalah hutan hujan tropis, pinggiran sungai, rawa, bahkan pantai. [3]
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kania Dekoruma “Paludarium, Seni Menyatukan Ekosistem Darat dan Air yang Lagi Tren“ https://www.dekoruma.com/artikel/121846/serba-serbi-paludarium [25 April 2021]
[2] Cianjurtoday “Mengenal Paludarium, Hobi Mahal dimasa Pandemi Covid-19“ https://today.line.me/id/v2/article/PzEWP7 [25 Januari 2021]
[3] Ranran R Asgar “Semi Paludarium Tank “ http://ilmu-aquascape.blogspot.com/2017/03/journal-semi-paludarium-tank-60x35x25cm.html [14 Maret 2017]
[4] Budidayaikan “Jenis-jenis Tanaman Hias Paludarium Mini yang Dijual Beserta“ http://caraternak-ikan.blogspot.com/2018/05/jenis-jenis-tanaman-paludarium-mini_12.html [23 Mei 2019]
Bagikan melalui