LITERASI DONGENG JENDELA REMAJA
Ilmiah - Kamis, 31 Agustus 2023

Bercerita pada Era Digital
Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini mulai menggeser kedudukan dan fungsi tradisi bercerita. Sebelum era digital seperti sekarang ini, bercerita merupakan tradisi bertutur yang sering dilakukan oleh orangtua kepada anak. Anak dihibur sekaligus diberikan pendidikan dengan diberikan cerita-cerita dari orangtua yang dapat memberikan pengetahuan dan menanamkan nilai – nilai kehidupan. Begitu banyak hal positif yang di peroleh anak maupun orangtua dalam memainkan peran ini. Secara tidak langsung, melalui kegiatan bercerita, proses pewarisan cerita rakyat kepada anak-anak dapat dilakukan, akan banyak pengetahuan tentang sejarah, budaya, edukasi, legenda, mitos dan dongeng yang diperoleh.
Kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa adanya unsur paksaan, tentunya kebiasan bukanlah sesuatu yang alamiah dalam diri manusia tetapi hasil proses belajar, pengaruh pengalaman, dan keadaan lingkungan sekitar sobat people. Dengan begitu, kegiatan minat baca yang dilakukan sejak kecil akan melekat hingga dewasa nanti, salah satu kegiatan untuk meningkatkan minat baca, dan tentunya dari hasil tersebut menunjukan bahwa harus adanya modifikasi dengan metode yang lebih modern akan tetapi meningkatkan minat dalam minat baca ilmu pengetahuan dan bertujuan dapat berkembang bersaing diera global.
Dari kemajuan teknologi bagi kaula muda akan mengalami dampak yang antara lain, seperti berikut: Pertama, kemajuan teknologi berpotensi membuat cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya. Kedua, kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan. Ketiga, kemajuan teknologi juga berpotensi mendorong kaula muda untuk menjalin relasi secara dangkal. Keempat, mengalami penurunan konsentrasi. Kelima, memengaruhi kemampuan menganalisis permasalahan. Keenam, malas menulis dan membaca. Ketujuh, penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Eksternal dan internal.
Dengan melihat peristiwa tersebut, diharapkan dapat menyadarkan kita sebagai generasi muda untuk mencoba kembali mengimbangi kemajuan teknologi dengan membiasakan lagi tradisi bercerita. Tradisi yang telah ada jauh sebelum munculnya berbagai bentuk ponsel canggih yaitu jaman di mana orang tua membiasakan diri untuk menghabiskan waktu luang bersama anak dengan bercerita ataupun bercerita dengan teman sebaya. Bercerita bukanlah hal yang membosankan, tetapi jika sobat people mampu melakukan dengan dikemas secara menarik, akan membuat pendengar tertarik dan mau untuk mendengarkan cerita.
https://drive.google.com/file/d/1extOj__5b6T5l6B6PRHgisY1g1dRyOgS/view?usp=sharing
Bercerita pada Era Digital
Sumber: Suara.com
Melihat dampak dari kemajuan teknologi maka kita sebegai kaula muda dapat melakukan penyeimbangan dengan melakukan tradisi bercerita yang memiliki nilai-nilai pada topik pembicaraannya, hal tersebut bisa dilakukan dengan, orangtua, saudara, guru, sahabat, dan teman-teman. Adapun impact bercerita bagi sobat people, diantaranya seperti berikut:
- Bercerita meningkatkan daya imajinasi sobat people loh, sekaligus membangun dan membentuk hati nurani. Biasanya dalam dongeng ada tokoh yang jahat akan mendapat hukuman karena kenakalan atau kejahatannya dan tokoh yang baik yang akan mendapat hal yang baik karena memiliki sifat yang baik.
- Bercerita meningkatkan kecerdasan juga loh, melalui proses bercerita yang dilakukan orangtua, saudara, guru,dan teman. Sobat people akan lebih mudah mengingat informasi yang tertuang serta pesan yang terdapat dalam cerita yang didengarkan. Melalui hal ini, akan bereaksi untuk bertanya, mengemukakan pendapat, menanggapi isi cerita, dan sebagainya.
- Bercerita menjaga interaksi emosional dengan sosial. Apabila proses bercerita dilakukan dengan baik, misalnya dengan menggunakan pilihan kata yang baik dan benar, seperti memberikan senyuman, kontak mata, serta bercerita dengan ekspresi yang mendalam tentu saja akan menciptakan situasi yang baik untuk perkembangan emosional kawan-kawan.
- Bercerita menambah pengetahuan kaula muda loh. Cerita atau dongeng tentunya mengandung banyak informasi baru yang sangat bermanfaat. Misalnya cerita sage : Bersifat kolektif, peristiwa sejarah, pesan moral, perkembangan global.
- Bercerita meningkatkan kemampuan berbahasa, komunikasi verbal, dan menumbuhkan minat baca loh. Cerita menjadi media yang dapat menumbuhkan kemampuan public speaking serta merangsang kaula muda untuk beraktivitas melalui proses mendengarkan, berbicara, bahkan ekspresi yang baik, akan menirukan dan memahami bagaimana rasanya sedih, sakit, marah, kecewa, dan sebagainya.
- Bercerita menanamkan budi pekerti, secara tidak langsung dengan bercerita maka adanya pendidikan budi pekerti bagi sobat people. Setiap cerita biasanya memiliki pesan yang tersirat untuk ditanamkan kepada kawan-kawan.
Antara kemajuan teknologi dan bercerita bukanlah pilihan yang harus dipilih melainkan sebuah gambaran untuk sobat people dalam mengevaluasi berbagai hal yang dapat dilakukan oleh kaula muda. Untuk membiasakan diri dengan mengenal kehidupan diera modern merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan. Tetapi akan lebih baik jika sobat people diimbangi dengan penanaman nilai-nilai kehidupan yang baik melalui kebiasaan bercerita dan membaca. Literasi pada saat ini telah berubah wujud dengan berupa digital yang cepat dan mudah diakses oleh sobat people, diantaranya seperti: literasidigital.id, wattpad, googlebook, manybooks.net, storial.co, novel.id, openlibrary, netgalley.
https://drive.google.com/file/d/12h9nYks-AVf2waaT3Z5yBv40QYcQmxbl/view?usp=sharing
Literasi Digital
Sumber: Kompas.com
Dengan keringnya wawasan yang dimiliki Gen Milenial, Gen Z dan Gen Alpha mengakibatkan kondisi literasi di Indonesia menduduki peringkat 73 dari 79 negara berdasarkan skor Programmer For International Student Assessment (PISA) 2018. [1] Sehingga perlu adanya gebrakan baru untuk memperbaiki peringkat tersebut. Oleh karena itu untuk meningkatkan bercerita dan minat baca perlu diterapkan agar menjadi suatu tradisi kaula muda. Besar harapan dengan dengan literasi digital akan menaikan minat literasi pada kaula muda, ulasan ini kiranya dapat memberikan gambaran kepada kaula muda tentang fenomena perubahan zaman yang terjadi dan sangat berdampak bagi perkembangan kaula muda.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kemendikbudristek, 2019. “Hasil PISA Indonesia 2018: Akses Makin Meluas, Saatnya Tingkatkan Kualitas” https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/hasil-pisa-indonesia-2018-akses-makin-meluas-saatnya-tingkatkan-kualitas [04 Desember 2019]
Penulis: Yoesuff Palmy Rahman